TULISAN BERJALAN

Selamat Datang di Blog ini. Saran dan Kritik Anda Sangat Di Butuhkan . Terima Kasih Atas Kunjungan Anda

Kamis, 16 Desember 2010

Tips Bagi Orang Tua Merawat Anak Penderita Autis


   
Written by xjo   
Saturday, 07 July 2007 16:54
Terlihat asyik bermain-main dengankotak-kotak berwarna hijau, Ardian terlihat tidak berbeda dengan anak-anak lain yang sangat suka bermain, penuh energi dan tak kenal lelah. Namun jika didekati dengan dekat, Ardian terlihat beda dengan anak seumurnya. Di umur yang mendekati usia enam tahun ia masih belum jelas benar dalam berbicara, jikapun berbicara ucapan yang keluar sangat cepat sehingga sulit dimengerti orang lain.
Saat dilahirkan Ardian sama seperti bayi lainnya, normal dan sehat. Tapi sejak usia sekitar sembilan bulan Ardian seperti terhenti perkembangan dalam berbicara. Ia tidak lagi bisa mengucapkan kata-kata pendek seperti Pa, Bu, Mam, ia terlihat lebih diam. Bahkan Ardian pun tak memberi respons dalam permainan yang biasa dimainkan bersama sang ibu.
Pemicu Autis.
Beberapa pemicu timbulnya gangguan ini antara lain:  Gangguan pada otak. Gangguan di otak bisa diungkapkan menjadi salah satu pemicu tersebut. Pola pertumbuhan otak dan  neurotransmiter berbeda dengan anak normal.
Kompleksitas gangguan metabolisme tubuh ikut menyumbang munculnya  problem autistik ini. Ini dipengaruhi alergi makanan, kekebalan tubuh rendah, serta kadar logam (mercury) yang tinggi dalam  tubuh. Faktor genetik, biologis, maupun lingkungan bisa turut memicu seorang anak menjadi autis.
Ciri-ciri Penderita Autis
Semakin banyak anakanak penderita autis membuat usaha membedah gejala autisme menjadi tak terelakkan. Setidaknya, ada  enam gejala yang terdiagnosis dari seorang anak sebelum divonis menyandang autis. Enam gejala dimaksud merupakan terjemahan dari tiga ciri utama gangguan autistik. Pertama, gangguan kualitatif pada interaksi sosial. Kedua, gangguan kualitatif  pada komunikasi. Ketiga, perilaku dan minat yang terbatas.
Cara Tepat Merawat Anak Autis
Beberapa hal yang harus dilakukan  orang tua yang anaknya mengalami autis:
Konsultasi dan Penanganan. Kalau Anda merasa anak Anda “berbeda” dalam  pertumbuhannya dengan anak lain, segera konsultasikan ke dokter atau psikolog. Semakin cepat ditangani, semakin baik.
Diet.  Untuk anak yang terkena autis, orang tua bisa membantunya dengan cara diet.
Terapi.Terapi bisa menjadi obat penyembuhan  utis. Saat ini ada lima penanganan yang populer. Pertama, penanganan biomedis. Kedua, medikamentosa.  Ketiga, terapi sensory integration. Keempat, terapi ABA. Kelima, pendidikan khusus.
Gali Informasi Sebanyakbanyaknya.  Cari  informasi mengenai autis sebanyak-banyaknya, bisa melalui bukubuku, internet atau literatur lainnya.
Ikut dalam Kelompok atau Komunitas. Buatlah suatu komunitas bagi orang tua yang mempunyai anak dalam keadaan autis. Dari sekadar berbagi cerita,  para orang tua yang anaknya autis bisa menambah pengetahuan, pengalaman dan informasi.
Jangan Menyerah. Berusahalah  terus dalam menyembuhkan anak.Jangan pernah menyerah dan selalu berpikir positif untuk kesembuhan anak Anda.
Kasih  Sayang. Jangan pernah berkurang dalam mencurahkan kasih sayang pada anak autis.
Penanganan Kesulitan Makan Penyandang  Autis
Asupan makanan menjadi satu hal yang sangat penting saat merawat anak penderita autis. Langkah yang perlu dilakukan pada penatalaksanaan kesulitan makan pada anak autis:
  1. Pastikan apakah betul anak mengalami kesulitan makan.
  2. Cari  penyebab kesulitan makanan pada anak.
  3. Identifikasi adakah komplikasi yang terjadi.
  4. Pemberian pengobatan terhadap penyebab.
  5. Bila penyebabnya gangguan saluran cerna (seperti alergi, intoleransi atau coeliac), hindari makanan tertentu yang menjadi penyebab gangguan.
  6. Bila terdapat kesulitan makan yang berkepanjangan lebih dari dua minggu sebaiknya harus segera berkonsultasi dengan  dokter keluarga atau dokter anak yang biasa merawat. 
sumber : http://www.ners-indonesia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=45:merawat-anak-autis&catid=1:latest-news&Itemid=50

Tidak ada komentar:

Posting Komentar